koreksi

By wasiswuyung

3 Agustus 2008

Category: sastra

Komentar Dimatikan

Dalam langkah, terkadang banyak hal yg mengaburkan niat

melemahkan azzam, melenyapkan amal.

hilang keperkasaan, tertatih pincang.

ketika teringat aku hanya punya sebatang nyawa yang perlahan habis terbakar waktu bagai batang rokok melepuh menjadi abu

perlahan tapi pasti.

ini bukan soal logika, atau segala teori tentang keduniaan.

jangan sekali-sekali bersandar pada manusia, mereka lemah, plin-plan, membingungkan.

lalu apa yang kucari?

ketika dunia memendarkan warna-warni fatamorgana

pesonanya menghipnotis membius mata

jika dibiarkan, maka tiap detik akan jauh lebih dalam-lebih dalam.

meski benar-benar menebarkan aroma rindu menyesakkan nafas

meninggalkan misteri, mengawang melambung tinggi menggandeng awan mimpi.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.