koreksi
Dalam langkah, terkadang banyak hal yg mengaburkan niat
melemahkan azzam, melenyapkan amal.
hilang keperkasaan, tertatih pincang.
ketika teringat aku hanya punya sebatang nyawa yang perlahan habis terbakar waktu bagai batang rokok melepuh menjadi abu
perlahan tapi pasti.
ini bukan soal logika, atau segala teori tentang keduniaan.
jangan sekali-sekali bersandar pada manusia, mereka lemah, plin-plan, membingungkan.
lalu apa yang kucari?
ketika dunia memendarkan warna-warni fatamorgana
pesonanya menghipnotis membius mata
jika dibiarkan, maka tiap detik akan jauh lebih dalam-lebih dalam.
meski benar-benar menebarkan aroma rindu menyesakkan nafas
meninggalkan misteri, mengawang melambung tinggi menggandeng awan mimpi.
